
Kerja luar kota emang lika liku tersendiri. Salah satunya perjuangan untuk menepis sejenak rasa rindu pada cantikku si bungsu. Bayangkan, cewek mungil, masih 2 tahun, lagi seneng2nya lari sana sini, belum lancar ngeja kata kata kecuali :
ibu (karena cantikku paling deket dengan ibunya),
mas (karena dia punya kakak cowok naik kelas 3 SD yang walaupun sering usil tapi sangat sayang pada adiknya),
bapak (dengan pengucapan yang mantab, walaupun ketemunya cuma mulai hari sabtu sore menjelang malem sampai minggu malem, karena saat bapak berangkat lagi di senin pagi, cantikku belum bangun). Baru bisa nyanyi cicak, baris pertama :
Cicak cicak di dinding.
Cantikku... cantikku, seandainya bisa memilih dan cukup keberanian tentu bapak pinginnya cari nafkah di deket deket aja agar nggak sering ninggal kamu.